Thursday, February 01, 2007

Amankah Kosmetik yang Anda Pakai?
Kosmetika Abal-Abal Serbu Pasaran

Kaum wanita mendapat ancaman baru. Sejumlah produk kecantikan berupa kosmetika banyak yang menggunakan zat terlarang atau melebihi ambangbatas yang ditentukan. Makanya, berhati-hatilah. Jangan sampai ingin kulit cantik tapi malah jadi bintik.

Belum lama ini Badan Pengawasan Obat dan Makanan mengumumkan Public Warning alias peringatan kepada publik tanggal 7 September 2006 nomor KH 00103352 yang mengatakan, kosmetik yang mengandung bahan dan zat warna yang dilarang yaitu antara lain: berdasarkan hasil pengawasan Badan POM RI tahun 2005 dan 2006 di beberapa provinsi ditemukan 27 merek kosmetik yang mengandung bahan terlarang, yaitu mercuri Hg lebih besar dari 2%, Hidroquinon > 2 %, zat warna Rhodamin B dan Merah K.3.

Penggunaan bahan tersebut dalam sediaan kosmetik dapat membahayakan kesehatan dan dilarang dipergunakan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No.445/ MENKES/ PER/V/1998 Tentang Bahan, Zat Warna, Substratum, Zat Pengawet dan Tabir Surya pada Kosmetik dan Keputusan Kepala Badan POM No. HK.00.05.4.1745 Tentang Kosmetik.

Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan DR. Husniah Rubiana Thamrin.Akib,MS.,M.Kes.,SpFk., saat jumpa pers di kantornya, menerangkan bahwa bahan-bahan berbahaya sebetulnya diperlukan untuk produk di luar kesehatan. Air raksa atau merkuri dibutuhkan untuk memurnikan emas. Begitu juga alat kesehatan tensimeter memakai merkuri untuk indikator panas tubuh.

Merkuri (Hg) /Air Raksa termasuk logam berat berbahaya, yang dalam konsentrasi kecilpun dapat bersifat racun. Pemakaian Merkuri (Hg) dalam krim pemutih bisa menimbulkan berbagai hal, mulai dari perubahan warna kulit yang pada akhirnya menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit serta pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, ginjal, dan gangguan perkembangan janin bahkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi juga menyebabkan muntah-muntah, diare, dan kerusakan paruparu serta merupakan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) pada manusia.

Sementara untuk Rhodamin B merupakan pewarna yang dipakai untuk industri cat, tekstil, dan kertas. Tata niaganya termasuk izin penjualan bahan-bahan itu sudah diatur Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Termasuk yang diatur adalah formalin yang biasa dipakai pada industri kayu lapis. Bahanbahan berbahaya tersebut tidak boleh dijual di retail. Namun dalam kenyataan beberapa oknum menyelewengkan dengan cara penyelundupan atau dijual di pasar bebas.

Bahan pewarna Merah K.10 (Rhodamin B) dan Merah K.3 (CI Pigment Red 53: D&C Red No. 8: 15585) merupakan zat warna sintetis yang pada umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta. Zat warna ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan merupakan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) serta Rhodamin dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

Contoh lainnya lagi adalah hidroquinon yang termasuk obat keras. Zat tersebut hanya dapat digunakan berdasar resep dokter kulit dan dipakai sebagai preparat cat rambut untuk mewarnai rambut. Hidroquinon tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar juga dapat menyebabkan kelainan pada ginjal (nephropathy) kanker darah (leukemia) dan kanker sel hati (hepatocelluler adenoma).

Hidroquinon tidak boleh dipakai lagi walaupun oleh dokter. Pada hz monisasi pasar obat ASEAN yang akan disepakati Januari 2008 nantl diputuskan bahan ini tidak boleh dipakai lagi. "Kita akan buat selebaran kepada persatuan kosmetik agar pabrik industri kosmetik menggantikan hidroquinon dengan bahan lain," ujarnya.

Memang untuk membedakan yang asli dan aman dengan yang palsu dan berbahaya. Secara kasat mata tidak bisa dibedakan, lanjut Husniah. Tapi para konsumen seharusnya dapat melihat tulisan yang tertera dalam kemasan. Perhatikan apakah ada- nomor izin edarnya. Izin edar di pasar diberikan apabila sudah dievaluasi oleh BPOM. Kalau tidak ada, artinya ilegal.

Tapi produsen bisa pasang sembarang nomor, padahal nomor palsu. Untuk lebih yakin, sebaiknya hubungi kami di Layanan Konsumen BPOM dengan nomor 021-426333: silahkan tanya saja aman atau tidak petugas akan menjawab langsung. Atau bisa juga membuka situs BPOM di www.pom.go.id. Semua kosmetik yang memiliki izin terdaftar di situ.

Pilih-Pilih Kosmetika
Sebelum menggunakan kosmetika ada beberapa cara memilih kosmetika dengan benar:

  • Lihat dan perhatikan isi kandungan kosmetika tersebut apakah mengandung bahan yang dilarang (contoh merkuri ), tidak halal/ makruh (terbaik yang bertanda halal), seringmenyebabkan iritasi dan efek samping (kemerahan, gatal, terkelupas, perih).
  • Hati-hati kemungkinan tidak halal (karena mungkin dibuat dari hewan yang tidak halal) pada kosmetika yang mengandung: lemak (sabun, krim, lotion), kolagen, elastin, plasenta, amnion, asam laktat, alantoin, hormon (estrogen, timus, melatonin), penstabil (pada produk yang mengandung vitamin, omega 3 dan omega 6).
  • Lihat tanggal kadaluarsa produk.
  • Perhatikan adakah nomor izin Depkes RI dan Badan POM.
  • Pilih merek yang sudah dikenal luas.
  • Jangan memilih suatu produk kosmetika karena ikut-ikutan. Reaksi pada tiap orang bisa berbeda.
  • Jangan tergoda oleh Man promosi dan atau kemasan suatu produk, penuhi kriteria di atas. (Pambudi, Ibu& Anak)

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Wednesday, January 31, 2007

Diare dan Sulitnya Akses Air Bersih

Siapa yang tidak pernah terserang diare? Kebanyakan di antara kita kadang mengalaminya, namun tidak sedikit yang meremehkan penyakit ini. Padahal, kenyataannya diare itu bisa mematikan.

Data dari Departemen Kesehatan menunjukkan, dari 1.000 bayi yang lahir, 50 di antaranya meninggal dunia karena diare. Di seluruh dunia, setiap tahun 1,6 juta anak meninggal dunia karena diare. Ini artinya setiap 30 detik, satu anak meninggal dunia karena sakit perut ini.

Diare bukan sembarang sakit perut. Penyakit ini menyerang anak-anak karena mereka biasanya mengonsumsi air minum yang terkontaminasi kotoran manusia.

"Seorang anak balita di Indonesia bisa terkena diare satu- dua kali dalam setahun," kata I Wayan Widaya, Kepala Subdit Diare dan Penyakit Pencernaan Departemen Kesehatan, dalam diskusi yang diselenggarakan oleh USAID-Environment Services Program (ESP) dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bagi masyarakat miskin perkotaan, air bersih adalah sesuatu yang terbilang mewah. Karena tidak bisa mengakses air bersih inilah, mereka terpaksa menggunakan air sungai untuk segala keperluan. Termasuk mandi, buang air, dan bahkan mencuci pakaian dan mencuci peralatan dapur, seperti yang dilakukan ibu-ibu di Manggarai Utara, Jakarta Selatan, yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung.

Mereka hanya membeli air untuk minum dan masak. Untuk satu ember air, mereka harus membayar Rp 1.000. Harga ini terbilang mahal bagi mereka.

Ati (29), warga RT 01 RW 12 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, setiap hari mau tidak mau terpaksa membeli air. Begitu pun Suherni, yang tinggal di gang sempit itu, selama dua tahun ini juga kesulitan mengakses akses air bersih.

Setiap hari Ati membeli satu gerobak air yang terdiri atas enam jeriken. Setiap jeriken dihargai Rp 250, sehingga untuk satu gerobak ia harus membayar Rp 1.500. Air ini ia pakai untuk mencuci pakaian, mencuci piring, memasak, minum, dan mandi. Terkadang ia mandi dan buang air besar di MCK (sarana untuk mandi, cuci, dan kakus) umum yang ada di dekat rumahnya. Setiap kali datang ke MCK, ia harus membayar Rp 500.

Suherni yang tinggal di RT 01, RW 12 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, dalam seminggu harus merogoh kocek Rp 20.000 untuk membeli air keperluan sehari-hari. Ia tidak bisa memakai air sumur karena umumnya sumur di wilayah Penjaringan agak berbau.

Warga di Penjaringan memang tidak mengakses air sungai karena sungai yang ada di sekitar mereka mampet, berwarna hitam, dan berbau sehingga sangat tidak layak untuk dipakai.

Namun, Charles Surjadi dari Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Atma Jaya Jakarta pernah menyaksikan warga Penjaringan menyikat gigi dengan menggunakan air yang sangat hitam. Ini terpaksa mereka lakukan karena penghasilan mereka terbatas. Bagi mereka, yang terpenting ialah konsumsi makanan. Padahal, air pun sangat berpengaruh terhadap kesehatan.

Keterbatasan lahan bagi warga yang menyewa rumah petak di wilayah Penjaringan ini memunculkan "bisnis" MCK bagi yang memiliki modal. Bahkan, seorang warga di sana punya MCK umum di lantai dasar rumahnya, sedangkan rumah tinggalnya sendiri berada di lantai atas. Dalam sehari, menurut Aziz, yang bertugas menjaga MCK umum tersebut, penghasilan rata-rata bisa Rp 60.000.

Penyebab utama diare

Hasil riset USAID-ESP yang dipaparkan oleh Nona Pooroe Utomo mengonfirmasikan bahwa perilaku kebersihan dan sanitasi yang buruk menyebabkan diare. Meski demikian, banyak orang cenderung meyakini bahwa penyebabnya adalah hal-hal yang tak terkait dengan perilaku bersih dan sanitasi. Misalnya, keracunan makanan, musim, tanda-tanda pertumbuhan bagi bayi, atau faktor-faktor klenik.

Mereka yang melihat hubungan antara kebersihan dan diare, akan melihat bahwa sampah dan lalat menjadi penyalur penularan diare yang utama. Selain air yang terkontaminasi, penyebab diare antara lain karena masyarakat tidak disiplin menerapkan perilaku bersih. Perilaku umum adalah saat mencuci tangan tidak menggunakan sabun, padahal di tangan mereka banyak kuman yang menempel. Sangat sedikit orangtua yang mengajari anaknya mencuci tangan dengan sabun, terutama di level ekonomi bawah.

Penanganan makanan yang tidak benar juga menjadi penyebab diare. Mencuci makanan mentah adalah hal yang umum dilakukan masyarakat Indonesia. Akan tetapi, banyak orang melakukannya dengan cara yang tidak benar sehingga berisiko terkontaminasi bakteri kembali. Bahkan, masih ada yang tidak mau mencuci makanan menggunakan air mengalir, tetapi lebih memilih menggunakan air dalam baskom.

Faktor kognitif

Dalam hal pemanfaatan sanitasi, masyarakat umumnya memiliki beberapa pilihan akses, yang digunakan secara bergantian, sebelum dialirkan ke sungai. Khusus bagi masyarakat rural dan peri-urban, meski memiliki toilet di rumah, mereka juga masih memanfaatkan "toilet terbuka", taruhlah seperti sungai atau empang. Faktor kognitif, emosi, dan ekonomilah yang menjadi dasar perilaku ini.

Sejumlah hambatan dalam sanitasi terkuak lewat studi yang dilakukan USAID-ESP. Bahwa masyarakat rural tak memiliki septic tank umumnya karena alasan ekonomi, masyarakat urban tidak menyukai septic tank karena takut terjadi kontaminasi terhadap air tanah serta tidak tersedianya layanan yang baik untuk penyedotan septic tank.

Masyarakat peri-urban menjadikan kepraktisan dan norma umum (semua orang melakukannya) sebagai alasan utama untuk menyalurkan kotorannya ke sungai. Tidak heran jika sungai-sungai di Indonesia bisa disebut sebagai "jamban raksasa" karena masyarakat Indonesia pada umumnya menggunakan sungai untuk buang air.

Masyarakat urban di perkotaan yang tinggal di gang-gang sempit atau rumah-rumah petak di Jakarta umumnya tidak mempunyai lahan besar untuk membangun septic tank. Karena itu, mereka biasanya tak memiliki jamban.

Kalau kemudian mereka memiliki sumur, umumnya banyak sumur yang tidak "berbibir" alias tak diberi pembatas semen. Kala hujan tiba, kotoran yang ada di tanah terbawa oleh air hujan masuk ke dalam sumur. Tidak heran jika kemudian banyak yang terserang diare, terutama anak-anak.

Jadi, benar kiranya pesan kunci dari Laporan Pembangunan Manusia 2006, yang menyatakan bahwa masyarakat miskin membayar lebih banyak untuk air dan tidak tersedianya sanitasi dibayar dengan kematian. Mestinya, masyarakat miskin bisa mendapatkan air gratis....


Penulis: Elok Dyah Messwati
Nyeri Perut yang Mengancam Kesuburan

Endometiosis merupakan kelainan dimana jaringan yang berasal dari selaput lendir rahim (sel endometrium) ditemukan pada organ atau jaringan di luar rahim. Sel tersebut tetap aktif seperti endometrium di dalam rahim. Tempat endometriosisa bisa berbeda-beda, ada yang menyusup ke dalam otot-otot rahim, bisa juga ke rongga panggul, paru-paru, mata, bahkan ke otak.

Dalam setiap siklus menstruasi, lapisan dinding rahim (endometrium) bertumbuh dan menebal dalam keadaan siap menerima sel telur yang dilepaskan oleh indung telur (ovarium). Bila sel telur yang sudah dilepas tidak dibuahi oleh sperma, maka lapisan dinding rahim ini akan luruh pada akhir siklus. Lepasnya dinding rahim inilah yang dinamakan peristiwa menstruasi.

Endometriosis memiliki struktur jaringan yang sama dengan endometrium dalam rahim. Endomestriosis juga akan merespon perubahan hormon yang terjadi dalam siklus menstruasi. Artinya, jaringannya juga akan menebal. Endometrium luruh dan melepaskan diri dari dalam rahim dan keluar menjadi darah menstruasi. Sementara endometriosis tidak memiliki jalan keluar, sehingga jaringannya membesar pada setiap siklus sehingga nyeri yang dirasakan akan semakin parah.

Beberapa penyebab terjadinya endometriosis diantaranya aliran balik darah haid (regurgitasi), hormonal, dan genetik. Sel endometrium maupun endometriosis berkembang dan menyusut di bawah pengaruh hormon estrogen. Produksi estrogen yang tinggi akan meningkatkan aktivitas sel endometriosis. Secara genetik, endometriosis bisa juga diturunkan. Selain itu, endomestriosis banyak dijumpai pada wanita dengan kekebalan tubuh menurun.

Dr. Deradjat Mucharam Sastra-wikarta, Spesialis Obstetri-Ginekologi, dari RSIA Budhi Jaya dan Klinik SamMarie-Wijaya, menjelaskan bahwa endometriosis dapat menyebabkan tidak hanya kegagalan hamil tetapi juga suatu peningkatkan frekuensi keguguran spontan mencapai 40-60%. Angka ini menurun secara bermakna setelah pengobatan endometriosis secara medis maupun secara surgikal.

Gejala Endometriosis
Ada beberapa gejala endometriosis yang bisa dirasakan, namun kadang-kadang pada seorang wanita tidak ditemukan gejala sama sekali. Umumnya endometriosis menyebabkan nyeri pada perut bagian bawah dan daerah panggul, haid tidak teratur, kemanduIan, dan dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual).

Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih. Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah (endometrioma). Kadang endometioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara tiba-tiba yang bisa dirasakan, namun kadang-kadang pada seorang wanita tidak ditemukan gejala sama sekali. Umumnya endometriosis menyebabkan nyeri pada perut bagian bawah dan daerah panggul, haid tidak teratur, kemanduIan, dan dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual).

Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih. Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah (endometrioma). Kadang endometioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara fibafiba.

Terapi Endometriosis
Pengobatan endometriosis dilakukan dengan beberapa cara, antara lain pemberian obat-obatan, pembedahan serta kombinasi keduanya. Tujuan terapi endometriosis adalah mengurangi rasa sakit, memperbaiki tidak teraturnya menstruasi dan meningkatkan fertilitas.

Dengan adanya pengobatan yang dini diharapkan kekhawatiran yang sekarang ada mengenai sulitnya memperoleh keturunan, bahkan mandul dapat dikurangi bahkan hilang sama sekali. Menurut Deradjat, endometriosis meningkatkan risiko keguguran dini sekitar 40%. Setelah pengobatan dengan pembedahan atau obat-obatan, laju keguguran ini menurun ke nilai kontrol (sekitar 15%).

Pada endometriosis yang berat kemungkinan perlu dilakukan pembedahan. Endometriosis diangkat dengan prosedur laparoskopi. Tetapi pembedahan hanya merupakan tindakan sementara karena endometrosis sering berulang.

Bila nyeri perut atau panggul tidak dapat dihilangkan dengan obat-obatan dan penderita tidak ada rencana untuk hamil lagi, pengangkatan ovarium (ovarektomi) dan pengangkatan rahim (hiaterektomi) kemungkinan dilakukan. Setelah pembedahan, diberikan terapi sulih estrogen. Bila jaringan endometrium masih banyak tersisa, maka terapi baru dilakukan 4-6 bulan setelah pembedahan.

Sumber: human health


Hidup Tegar di Antara Sel Kanker

Puji Tuhan, sampai saat ini saya sehat dan sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya yang Maha Besar dan juga kepada tim dokter yang baik dan membantu saya dalam hal keringanan biaya operasi. Juga untuk pihak-pihak lain yang membantu saya dalam mendapatkan obat. Terima kasih dan semoga Tuhan Yang Maha Esa membalasnya," ujar Tina Surya.
ina Surya (60) adalah pasien kanker payudara yang mampu bertahan sejak didiagnosis sampai memiliki kehidupan yang seimbang seperti sekarang ini atau survivor. Sejumlah survivor kanker payudara baru-baru ini bertemu dan membentuk Indonesian Breast Cancer Network. Wadah itu menampung kalangan yang peduli dan terkait langsung dengan penderita kanker payudara, seperti para survivor, dokter, perawat.
Pada wadah itulah, survivors memberi kekuatan kepada penderita kanker payudara yang baru didiagnosis dan yang sedang menjalani pengobatan. Mereka memberi penghiburan dan berbagi pengalaman selama menjalani masa-masa su- lit, seperti saat menjalani kemoterapi.

Kanker, ujar dr Samuel SpB(K)Onk dari Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) merupakan penyakit yang kompleks. Seseorang yang didiagnosis kanker payudara akan bertanya: "Mengapa saya?"
Lalu, sikap menyalahkan diri sendiri dan putus asa pun akan muncul. Hal-hal semacam itu akan menghambat proses pengambilan keputusan dalam pengobatan. Karena, dalam penyakit kanker sikap mengambil keputusan merupakan hal penting. Mengingat, kanker memiliki stadium, yang bila tidak segera diterapi akan berkembang menjadi stadium lanjut.

Khusus pada penyakit kanker, menurut Samuel, kata sembuh ditunda. Yang ada adalah bertahan hidup (survive). Penuturan atau testimoni Tina dalam menghadapi kanker sedikit banyak memberi gambaran perjuangan seorang penderita kanker payudara.

Tina mengisahkan, akhir tahun 2005, dia sangat terkejut mendapati ada benjolan di payudara sebelah kiri. Besarnya kurang lebih sebesar jempol, terletak di tempat di mana sekitar 30 tahun lalu pernah dilakukan operasi. Saat itu, ujarnya, ia segera dibawa suaminya ke RSKD.

Oleh dokter yang merawat, benjolan tersebut dikatakan "galak" dan "banyak kakinya". Lalu, ia pun menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan mamografi. "Dokter menasihati agar saya mengikuti semua saran dokter yang menangani saya. Namun di dalam hati, saya pun sempat takut mengingat ibu dan kakak saya mengalami hal yang sama dan hanya tinggal adik saja yang masih ada," kenang Tina.

Riwayat Kanker

Keluarga Tina memang memiliki riwayat kanker. Ibunya menderita kanker tenggorokan, kakaknya menderita kanker payudara, dan adiknya mengalami kanker payudara yang ukurannya masih satu sentimeter. Setelah menjalani operasi, dan dilanjutkan dengan kemoterapi, berat badan Tina sempat turun 13 kilogram. Sementara, berat badan suaminya yang selalu menemani berobat turun 9 kilogram.

Setelah menjalani kemoterapi enam kali, ibu dari dua putri itu sempat merasa sedih. Pasalnya, kepalanya menjadi botak, wajah hitam kelam, sempat mengalami diare, dan muntah. Seusai kemoterapi, pengobatan dilanjutkan dengan penyinaran 30 kali selama tiga bulan. Setelah itu, pemeriksaan foto menunjukkan hasil "bersih".

Riwayat kanker pada keluarga juga dimiliki survivor kanker penderita lain, Firda (46). Ibunya pernah menderita tumor. Kini, perempuan yang dianugerahi seorang putra itu sudah tidak memiliki payudara sebelah kanan. Meskipun demikian, dia merasa hal itu bukanlah sesuatu hambatan dalam hidup ini. Ketika didiagnosis kanker pun, yang ada di pikirannya adalah nasib putranya, Nathan, yang sekarang duduk di kelas satu SMP.

Ia bahkan merasa ti- dak sakit, dan tetap sibuk mengurus persiapan kampanye pemilihan presiden tahun 2004. Kebetulan ketika itu Firda aktif berkampanye bersama salah satu partai. Barulah setelah pemilihan selesai, ia merasakan sakit di payudara sebelah kanan. Hasil pemeriksaan dokter memastikan dirinya menderita kanker payudara dan ukurannya sudah sepanjang telunjuk.

"Saya tidak kaget, karena sudah memprediksi sebelumnya. Saya jelaskan penyakit kanker yang saya derita kepada anak dan meminta anak siap kalau saya tidak ada. Anak saya malah bertanya kok saya ngomong seperti itu. Beberapa hari kemudian, Nathan meminta saya berobat ke dokter. Setelah itu saya menangis dan mulai berobat. Kalau tidak ada dorongan dari anak, saya tidak tahu nasib saya, karena perkembangannya penyakit ini sangat cepat," ujar Firda.

Akhirnya ia menjalani operasi pada November 2004. Kemoterapi sebanyak enam kali dengan biaya sekali kemoterapi Rp 15 juta dijalani Firda. Bagi Firda masa kemoterapi merupakan masa yang sangat berat. Mual, muntah dan sensitif membuat dia enggan bertemu dengan orang. Syukur suaminya, Anton Gosal, dan anaknya serta sahabat, mendukung.

Kini, kondisi Firda lebih baik. Rambutnya sudah tumbuh, sekalipun dia masih lebih memilih memakai wig. Ia juga mencoba berjalan-jalan ke Eropa Desember lalu bersama keluarganya untuk mengetahui kondisi tubuhnya.

Untuk mendapatkan kondisi seperti sekarang ini, banyak hal yang sudah dikorbankan. Uang, tenaga, waktu, berhenti dari pekerjaan adalah beberapa hal yang dikorbankan. Tetap, kata Firda, dia sangat bersyukur keluarga sangat memperhatikan dan mendukung pengobatan yang dijalaninya, sehingga ia tidak kesulitan untuk dana.

Sempat Ragu

Lain halnya dengan Damaris Sitorus (56). Ibu dua anak itu sempat merasa ragu menjalani pengobatan kanker payudara yang dideritanya. Ketika dinyatakan oleh dokter bedah onkologi ia positif mengidap kanker payudara, Damaris sangat terpukul. Ia menangis, cemas, takut dan kehilangan rasa percaya diri.

"Sebagai manusia biasa, saya merasa gelisah bercampur dengan perasaan tidak jelas ketika mendengar omongan atau bisikan orang-orang yang menyatakan bahwa kalau terkena kanker payudara hanya tinggal menunggu waktu hitungan bulan," katanya.

Sebagai penderita, awalnya dia merasa yakin dengan pendapat semacam itu sehingga dia memvonis dirinya sendiri. Tetapi, katanya, ternyata dia tidak sendiri. Saudara dan teman dekatnya memberi penghiburan, dengan mengatakan semua penyakit adalah kembang kehidupan.

Maksudnya, bila kehidupan yang kita lalui semua berjalan mulus, tidak pernah sakit, karier berkembang terus dan bisnis lancar-lancar saja, keluarga baik-baik, kita akan menganggap diri sendiri paling hebat dalam segala hal. Tepuk dada, sombong, angkuh, dan merendahkan orang lain.

"Saya percaya bahwa Tuhan Yang Maha Esa mengizinkan saya menderita penyakit ini agar saya kembali dekat kepada-Nya," tambahnya.

Kini, kondisi para survivor sudah stabil. Mereka bisa bekerja, bernyanyi, melakukan perjalanan jauh dan kesibukan lainnya. Tetapi, sekalipun kondisi kesehatannya lebih baik, mereka terus memantau kesehatannya selama lima tahun ke depan. Rutin menjalani pemeriksaan mamografi sekali dalam enam bulan, pemeriksaan foto dada dan pemeriksaan foto tulang sekali dalam tiga bulan, dan pemeriksaan laboratorium sekali dalam sebulan.

Kesehatan memang tidak diperoleh dengan gratis. Butuh usaha, termasuk pencegahan, pengobatan dan pemeliharaan. [Pembaruan/Nancy Nainggolan]

Pasien DBD di Lampung Meningkat Empat Kali Lipat
Laporan Wartawan Kompas Helena Fransisca
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Pasien demam berdarah dengue yang dirawat di sejumlah rumah sakit Bandar Lampung terus bertambah. Sampai dengan tanggal 30 Januari 2007, pasien DBD tercatat 733 orang dengan empat pasien DBD meninggal dunia atau naik empat kali lipat dari periode yang sama Januari 2006, 147 pasien.

Kepala Sub Dinas Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan Lampung Diah Iskraini, Selasa (30/1) mengatakan, dari pasien sejumlah itu, 150 orang sampai hari ini masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Bandar Lampung.

RSU Abdul Moeloek (RSUAM) merawat 54 pasien DBD. RS Advent 29 pasien, RS DKT merawat 14 pasien, RS Urip Sumoharjo merawat 33 pasien, RS Imanuel merawat 14 pasien, RS Bumi Waras merawat 5 pasien, dan RS Graha Husada merawat 17 pasien.

Sementara catatan total sejak awal Januari hingga 30 Januari 2007, RSUAM merawat 90 pasien DBD. RS Advent merawat 200 pasien, RS DKT merawat 39 pasien, RS Urip Sumoharjo merawat 145 pasien, RS Imanuel merawat 139 pasien, RS Bumi Waras merawat 74 pasien, dan RS Graha Husada merawat 54 pasien.
Diah mengatakan, dalam kondisi normal, peningkatan jumlah pasien sekitar 20—25 persen. Sementara saat ini sudah 400 persen dari tahun lalu.

Kebanyakan, pasien DBD yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Bandar Lampung berasal dari Bandar Lampung dan Metro. Ia berharap, upaya Dinas Kesehatan seperti memberantas sarang nyamuk (PSN) di 13 kecamatan di Bandar Lampung bisa bermanfaat untuk menekan jumlah pasien yang terus meningkat.

Direktur RS Imanuel Andreas Andoko secara terpisah mengatakan, kejadian yang merupakan siklus lima tahun sekali ini patut diwaspadai. Jumlah pasien DBD yang dirawat di RS Imanuel saat ini tercatat luar biasa banyak dibandingkan dengan jumlah pasien DBD yang dirawat pada Januari 2006. Untuk itu, pengelola rumah sakit terus menyiagakan dokter dan perawat sampai serangan DBD mereda. ”Harus ada yang siap on call,” katanya.

Manajer Humas RS Imanuel Tri Herlianto mengatakan, dokter dan perawat siap dipanggil itu sangat diperlukan mengingat DBD tidak saja menyerang Lampung, namun sudah meluas hingga ke sejumlah daerah lain di Indonesia. Penyiapan dokter siap panggil menjadikan rumah sakit mampu mengatasi pasien secara cepat. ”Kami sudah kekurangan tempat, meski tidak sampai ke lorong-lorong rumah sakit,” katanya.

Selain menyediakan dokter dan perawat siaga, RS Imanuel juga sudah menyediakan donor darah siaga. Sekitar 200 orang pendonor darah dengan berbagai golongan darah saat ini tercatat dalam database bank donor RS Imanuel. Sehingga setiap kali pasien membutuhkan darah, dengan cepat darah yang dibutuhkan pasien bisa siap.

Kondisi demikian tercatat juga di Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bandar Lampung. M Aditia, dokter pada unit transfusi darah PMI Bandar Lampung mengatakan, permintaan kantung darah sejak satu bulan terakhir terus meningkat. Namun demikian, PMI masih bisa memenuhi permintaan tersebut.

Tuesday, January 30, 2007

AIDS Sudah Membunuh 28 Orang di Kaltim
Laporan Wartawan Kompas Ambrosius Harto
SAMARINDA, KOMPAS--Kurun waktu enam tahun terakhir, 28 warga di tiga kota, Balikpapan, Samarinda, dan Bontang di Kalimantan Timur tewas akibat penyakit AIDS.

Data dari Dinas Kesehatan Kalimantan Timur menyebutkan korban meninggal dari Balikpapan (15), Samarinda (10), dan Bontang (3). Selain itu, kurun sepuluh tahun ini, tercatat 434 kasus dengan jumlah terbanyak dijumpai di Balikpapan (130), Samarinda (96), dan Tarakan (86).

Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah penular sel-sel perusak sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh tak mampu lagi menahan serangan penyakit umum. Virus ini menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang membuat orang sangat rentan bahkan bisa meninggal hanya karena penyakit biasa.

“Jika ditemukan satu penderita mengidap HIV/AIDS, bisa diasumsikan kondisi sebenarnya ada 100-200 penderita lagi,” kata Sekretaris Komite Penanggulangan AIDS Daerah Kaltim Abdul Syahrani, Selasa (30/1), di Samarinda.

Jika demikian, dari 434 kasus di Kaltim, jumlah kasus yang mungkin sebenarnya berkisar 43.400-86.800 kasus. Jika asumsi itu benar, berarti 1,4-2,9 persen dari 2,9 juta jiwa penduduk Kaltim bisa diasumsikan terjangkit HIV/AIDS.

“Asumsi itu masuk akal sebab pola penyebaran HIV/AIDS di Kaltim lebih dominan dari pelacuran,” kata Abdul. Dari hasil survei, di Kaltim terdapat sedikitnya 9.000 pelacur yang setiap hari melayani tiga pengunjung.

Jika saja seluruh pelacur dan pengunjung terjangkit, berarti ada 27.000 orang pengidap. “Itu belum termasuk jika pengunjung menularkan kepada istri dan orang lain dengan cara lain,” kata Abdul.

Namun, Abdul juga sepakat bahwa pola penyebaran yang juga dominan berasal dari para pengguna narkotika dengan jarum suntik. Biasanya, pengguna menggunakan jarum suntik yang tidak steril dan digunakan bergiliran sehingga sangat berisiko menularkan HIV.

Abdul mengatakan, prevalensi atau tingkat kerawanan Kaltim terhadap HIV/AIDS tahun 2006 mencapai 6,14 persen. Prevalensi didapat dari perbandingan 189 kasus tahun 2006 dengan 3.074 kalangan berisiko tinggi yakni pelacur serta pengunjung klinik konseling dan testing sukarela (VCT).

“Semakin tinggi persentase prevalensi, penduduk suatu daerah semakin rawan terkena HIV/AIDS,” kata Abdul. Dengan 6,14 persen, menurut Abdul, penduduk Kaltim cukup rawan tertular HIV/AIDS. Untuk penangannya membutuhkan perhatian serius pemerintah provinsi dan berbagai pihak.

Untuk mengetahui kondisi aktual penyebaran HIV/AIDS, perlu lebih banyak survey terhadap kalangan berisiko tinggi dan memaksimalkan peran klinik VCT. Sebagai contoh, catatan lima klinik VCT di Kaltim dikunjungi oleh 6.570 orang kurun 1,5 tahun terakhir. Sebanyak 170 pengunjung di antaranya diketahui positif terjangkit HIV.

Sumber : http://www.kompas.co.id/ver1/Kesehatan/0701/30/161259.htm
Link informasi aids di medicastore.com : http://www.medicastore.com/med/gruphasil.php

Friday, October 21, 2005

Apa itu medicastore.com ?
Medicastore.com
adalah penyedia informasi melalui media internet yang berisi berbagai macam informasi obat dan penyakit khususnya di Indonesia, dengan informasi ribuan merek obat dan ratusan jenis penyakit disajikan dalam bahasa Indonesia yang mudah dimengerti dan dapat dilihat darimana saja dan kapan saja.

Medicastore juga merupakan apotik yang dapat melayani pembelian obat secara online.
Layanan Informasi

1. Info penyakit
Apakah anda pernah mengalami hal seperti ini :
  • Ingin mengetahui detail dari penyakit yang diderita ?
  • Bagaimana cara pencegahan dan pengobatannya ?
  • Bingung mencari informasi mengenai hal tersebut ?
Banyak kalangan awam yang ingin mengetahui lebih detail tentang penyakit yang dideritanya, namun sangat sulit untuk mencari informasi mengenai hal tersebut. Medicastore.com mempunyai informasi penyakit yang terlengkap dalam bahasa Indonesia sehingga anda dapat mempelajari problem setiap penyakit dan cara pencegahannya.

Jenis-jenis penyakit telah dikelompokkan berdasarkan organ tubuh dan permasalahan penyakit tertentu secara khusus untuk mempermudah anda mencari informasinya.

Hanya dengan memasukkan keyword (kata kunci) penyakit, search engine medicastore.com juga dapat digunakan untuk membantu anda mencari informasi penyakit yang anda butuhkan di database kami dengan cepat dan akurat, lengkap dengan gambar anatomis serta jenis obat yang dapat dipakai untuk mencegah/mengobati penyakit tersebut.

Juga tersedia artikel kesehatan yang di-update secara berkala.

temukan informasi lengkap tentang gejala, penyebab, pengobatan maupun cara pencegahannya di medicastore.com !

2. Info Obat
Apakah anda sering dihadapkan pada problem :
  • Ingin mengetahui detail kegunaan dan kandungan obat yang baru diresepkan.
  • Jika obat yang diresepkan tidak terdapat di apotik, apakah bisa diganti dengan yang lain ?
  • Anda mempunyai banyak obat di rumah, tapi tidak tahu kegunaannya ?
Dengan berkembangnya taraf hidup dan pengetahuan masyarakat, semakin banyak orang yang ingin mengetahui detail mengenai kegunaan, isi maupun efek samping dari obat yang dikonsumsinya.

Hal ini dapat dipelajari melalui database medicastore.com yang membantu anda memberikan informasi nama obat, nama generik, komposisi, kegunaan, efek samping, dosis, interaksi dan informasi penting lainnya sehingga anda lebih paham terhadap obat yang anda konsumsi.

Search engine keyword obat medicastore.com juga dapat digunakan untuk mencari dan memilih beberapa produk dengan kandungan sejenis sehingga anda bisa mengetahui apakah produk yang diresepkan dokter dan disarankan oleh apotik mempunya efek samping yang serupa.

Medicastore.com mempunyai data lengkap tentang semua jenis obat seacra alphabetical sehingga memudahkan anda mengetahui isi dan kegunaan semua obat yang ada di Indonesia.

3. Info dokter
Informasi apa yang anda dapatkan di info dokter medicastore :
  • Anda dapat mencari dokter berdasarkan area tempat prakteknya (untuk sementara baru pulau Jawa)
  • Anda dapat mencari tempat dokter-dokter berdasarkan spesialis kedokterannya.
  • Anda dapat mencari tempat praktek dokter yang anda inginkan dengan mengetikkan namanya.
4. Info kesehatan lainnya
Kami juga adakan segmen-segmen informasi kesehatan yang menarik buat anda anatara lain:
  • Newsletter "Kabar Medicastore" merupakan kumpulan informasi bulanan dengan topik khusus.
  • "D&D Web" merupakan webpages khusus informasi produk kesehatan secara detail dan terpercaya dari sumbernya
  • Segmen lainnya seperti "Kuis Medicastore", "Bedah Produk", "Berita Medicastore" yang berisi informasi kegiatan seminar dan informasi produk kesehatan baru.
  • Juga segmen informasi kesehatan dari kerja sama dengan provider kami seperti konsultasi kesehatan.
Layanan Pembelian Obat
Berbagai jenis produk kesehatan dapat anda pesan melalui medicastore.com dengan menjadi anggota yang gratis. Dengan ribuan data obat kami, anda dapat teliti sebelum membeli, dan ini adalah sebuah keuntungan yang tidak mudah anda dapatkan jika membeli obat dimanapun. Apabila apotik anda menyarankan untuk membeli obat generik agar lebih murah, anda dapat mengecek dari medicastore.com apakah obat resep anda memiliki kandungan yangsama dengan obat generik tersebut.

Anda juga akan mendapatkan harga produk yang sangat kompetitif dibandingkan tempat lainnya, sehingga anda dapat membeli obat berkualitas tetapi dengan harga yang lebih murah.

Medicastore.com dapat melayani pesanan jenis obat apapun dengan servis pengantaran ke rumah anda sehingga tidak perlu mencari produk itu denga berkeliling ke banyak tempat. Kami melayani pemesanan melalui email, telepon atau faksimile.

Pesanan akan kami antar ke tempat anda dengan pembayaran tunai atau transfer ke rekening kami. Untuk informasi lebih detail dapat dilihat di website : medicastore.com atau menghubungi kami via email : order@medicastore.com atau telepon 021.72299411 dengan Ibu Windah atau bu Nani setiap hari kerja.


Layanan Media Promosi

Online advertising yang dapat dilakukan untuk promosi obat & suplemen serta alat kesehatan sama seperti pasang iklan di media cetak, namun pasang iklan online memiliki keunggulan seperti kecepatan, dan menjangkau seluruh tempat secara luas tanpa bisa dibatasi oleh wilayah tertentu.

Dengan pengunjung yang segmented yaitu praktisi kesehatan seperti dokter dan farmasi juga masyarakat awam yang peduli kesehatan, kami memberikan alternatif pilihan promosi online bagi produk kesehatan anda, seperti ; pasang banner obat, pasang banner suplement, pasang banner alat kesehatan, pasang banner website kesehatan pembuatan halaman detil khusus (detail web pages) untuk masing-masing produk atau penyakit yang berhubungan dengan produk Anda.

Online advertising yang dilakukan di medicastore akan didukung oleh kegiatan marketing kami seperti kuis, bedah produk, artikel, liputan seminar serta Product Of The Day, pengiriman dan pembuatan newsletter (kabar medicastore) untuk menyampaikan berbagai macam berita dari medicastore serta berbagai kegiatan pilihan dan kemudahan yang disesuaikan dengan kebutuhan anda.